Menuju Gua Cerme diatas bukit…nanjak lagiiii


Klik foto untuk memperbesar

Cerita berikut mungkin agak panjang dan kebanyakan foto….. Sabtu pagi bersepeda ke Gua Cerme sebagai penghabisan sebelum bulan puasa tiba. Rencana awal sepeda hari minggu 31 Juli 2011 tetapi mendadak ada acara lain maka rencana dimajukan sehari yaitu hari sabtu 30 Juli 2011, perubahan jadwal ini tidak perlu didiskusikan karena tidak ada teman berdiskusi (salah satu keuntungan bersepeda sendirian tidak perlu kebanyakan pertimbangan dari orang lain). Masih dengan aliran sepeda sendirian (lonerider) rencana awal menuju ke Gua Cerme dan langsung pulang. Gua Cerme terletak diatas bukit tepatnya di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta berjarak 15 km tenggara Bantul. Jalur yang aku tempuh lewat jalan imogiri timur seperti jalur ke makam raja-raja tapi tidak belok kiri namun lurus setelah jembatan Siluk belok kanan/selatan kalau lurus jurusan ke Panggang Gunung Kidul. Jalan menuju Gua Cerme didominasi tanjakan dan pemandangan yang elok apalagi pas cuaca cerah.

Depan pintu masuk Gua Cerme

Warung Mbok Kedah..komplit lohhh

Cukup lama aku disini sambil liat-liat suasana sekitar yang masih sepi sampai akhirnya timbul niatan spontanitas ke Pantai Parangtritis (tidak perlu rapat, diskusi dan pertimbangan). Setelah tanya-tanya jalur tembusan ke Parangtritis yang memang terjal dan harus dituntun serta sepi campur bingung, rasa was-was tetap ada di bukit gersang apalagi didaerah asing dan sendirian pula.

Berikut jalur langsung dari Gua Cerme ke Pantai Parangtritis yang relatif masih baru untuk dilalui baik sepeda ontel/motor untuk mobil belum bisa saat tulisan ini kubuat. Jam 10.15 WIB akhirnya aku mulai meluncur lagi, berikut lebih banyak fotonya yang bercerita. Pertama ikuti jalan tanah nanjak di sebelah barat warung Mbok Kedah, pertigaan pertama ambil kanan.

Nuntun, nanjak, sepi, ambil kanan

Setelah jalan agak lumayan “halus” sepeda bisa kembali dinaiki sampai ketemu foto berikut ambil kiri.

Purwosari ini dah masuk Kabupaten Gunung Kidul, ambil kekiri

Ke kiri nanti akan ketemu “Tlogo Ploso” yang airnya bersumber dari Gua Cerme, di Tlogo Ploso ini tidak diperkenankan ambil ikan dengan cara apapun entah karena alasan apa.

Tlogo Ploso, ambil kanan

Ikuti terus sampai jalannya sampai nyambung keaspal (sepertinya jalur ini nantinya akan dibuat jalan tembus Gua Cerme – Pantai Parangtritis) sampai ketemu lokasi dibawah ini.

Pertigaan pohon beringin, ambil kanan

Jalan kekanan akan melewati Kantor Polsek Purwosari di sisi kiri jalan, untuk sampai ke Pantai Parangtritis tinggal ikuti jalan ini terus dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Obat jarak tempuh

Jalan dari sini aspal hotmix huuaaluss dengan diselingi beberapa tanjakan dan bagi yang pingin mandi karena kepanasan (cuaca saat perjalanan ini puuaanaas dan anginnya gede) dapat mandi di “Tlogo Mbembem” berikut.

Tlogo Mbembem Purwosari Gunung Kidul

Setelah menempuh jalan berkelak-kelok dan sedikit tanjakan yang diakhiri di lokasi berikut.

Akhir dari jalan menanjak

Kini tinggal menikmati jalan turunan sampai pantai Parangtritis, terserah mau gak pake rem juga boleh pokoknya asyik benarrrr, mangtaffff nih turunannya.

Silakan uji nyali “Gas pol Rem blong” dijamin……..

Akhirnya sampai juga di Pantai Parangtritis, trip ini sepertinya cocok sebagai altenatif  lain untuk menuju pantai Parangtritis bila bosan bersepeda lewat jalan yang itu-itu saja disamping jaraknya yang tidak terlalu jauh dan tanjakan yang tidak ekstrim.

Pantai Parangtritis

Di pantai Parangtritis ini aku tidak berlama-lama karena timbul niatan spontanitas lagi kenapa tidak sekalian ke Pantai Depok toh jaraknya dekat cuma kendala cuaca panas dan anginnya gede bikin berat kayuhan pedal apalagi dipinggir pantai.

Gerbang Pantai Depok

Cuaca yang panas dan angin yang besar membuat sepedaku gak tahan minta berteduh dibawah pohon cemara tepat di depan gerbang pantai Depok. Lagi dan lagiiiiii…….niatan spontanitas muncul kembali “kenapa tidak sekalian ke Pantai Goa Cemara kan belum pernah kesana” kata-kata itu terlintas dibenakku. Setelah tanya-tanya jalur terpendek pada petugas di Pantai Depok akhirnya tanpa diskusi/rapat langsung ke utara menuju jembatan Kretek. Utara jembatan Kretek, barat jalan ada bengkel motor “Kiki” tepat disebelah utaranya ada jalan gang tanah kebarat ketemu perempatan pertama ambil kiri terus ikuti sampai jembatan abang/merah jalan Samas terus lurus kebarat dengan cuaca yang puuaanass dan ditahan angin yang besarrrr makin menguras tenaga.

Obat bingung

Ketemu papan petunjuk Pantai Pandansari dan Mercusuar “kenapa tidak mampir ke sini dulu?” niatan spontanitas muncul lagiiiii….

Pantai Pandansari

Pantai Pandansari

Mercusuar

Setelah puas di Pantai Pandansari dan mercusuar yang ternyata pantainya bagus juga, aku balik genjot lagi keutara kembali ke papan petunjuk dan menuju ke Pantai Gua Cemara.

Pantai Gua Cemara

Di Pantai Gua Cemara ini aku tidak menyempatkan diri ke pantai karena cuaca yang sangat panas dan hanya istirahat di bawah rimbun pohon cemara. Pantainya banyak pohon cemara dan teduh cocok untuk acara kemah ataupun outbond kata petugas disana. Lagi  dan lagiiii…. setelah ngobrol dengan petugas di pantai Gua Cemara niatan spontanitas “kenapa gak sekalian ke Pantai Kuwaru ?” Akhirnya sesuai petunjuk jalan terpendek dari petugas tadi melewati jalan sepi dan tanah berbatu yang sempat membuat was-was juga akhirnya sampai juga di Pantai Kuwaru setelah sebelumnya melewati beberapa tambak udang galah.

Pantai Kuwaru

Sebenarnya ada beberapa foto di pantai Kuwaru ini tapi yang aku tampilkan disini adalah foto penggalan jalan aspal yang terputus karena abrasi pantai ini, yang pernah ke pantai Kuwaru pasti tahu lokasi ini. Wihhh….panasnya ampunnnnnn. Dulu pernah gowes kesini juga dengan kakakku, klik disini. Dari pantai Kuwaru ini tidak langsung pulang tapi pingin lihat kincir angin sebagai pembangkit tenaga listrik di pinggir Pantai Pandansimo. Ternyata jalan dari Pantai Kuwaru menuju Pantai Pandansimo separohnya telah diaspal hotmix dan baru saja jadi. Kendala cuaca puuaanas dan angin yang besar membuat kayuhan jadi berat meskipun jalan landai.

Kincir Angin di Pantai Pandansimo

Dari sini timbul niatan spontanitas lagi “kenapa gak ke Pantai Trisik sekalian kan belum pernah ?” tanpa mikir panjang lagi langsung pancal dibawah sengatan matahari dan hembusan angin besar.

Obat jarak tempuh

Jembatan Srandakan perbatasan Bantul –  Kulon Progo diatas Kali Progo

Melintasi jembatan Srandakan yang panas dan hembusan angin yang kuat akhirnya aku memutuskan untuk istirahat berteduh diwarung soto “Pak Jenggot” sebelah barat jembatan diutara jalan sebelum pertigaan Brosot. Niatan awal hanya untuk minum teh panas plus gorengan tapi pas habis gorengannya. Jam menunjukkan pukul 15.00 kuputuskan untuk makan semangkuk soto, memang aku dari rumah tidak pernah sarapan kalo mau gowes dan siangnya juga belum terisi makanan ringan. Selesai makan soto telpon mengisyaratkan ada sinyal masuk ternyata dari teman yang sudah 16 tahun tak bertemu dan mau main kerumah habis maghrib mumpung pas di Yogya. Rencana berubah, pukul 15.30 wib selesai makan kuputuskan pulang melalui pertigaan Brosot kekanan menuju Lendah Kulon Progo kalo ke kiri menuju Pantai Trisik.

Kantor Kecamatan Lendah Kulon Progo

Beberapa saat genjot perutku terasa sakit (suduken) akibat tak terbiasa makan berat waktu gowes dan kuputuskan istirahat beberapa saat di seberang kantor diatas. Lanjut gowes lurus keutara dari kantor kecamatan Lendah melintasi beberapa tanjakan dan blusukan sendiri akhirnya sampai Dusun Degolan, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah. Mampir di Toko Pakan Ternak punya teman karena perut kembali suduken. Jam 16.35 wib baru mulai genjot pulang melintasi Tugu Potlot di Kenteng dan sampai rumah habis adzan maghrib. Beberapa saat kemudian teman datang dan baru makan nasi lagi keesokan harinya. Gowes dengan niatan spontanitas berangkat pukul 06.00 wib sampai rumah kembali habis adzan magrhib sekitar pukul 18.00 wib. Edisi selanjutnya setelah bulan romadhon.

Comments
  1. paiman says:

    uedann, rute ne adoh tnan…..foto2ne muantaff

  2. lopez says:

    Jos tenan

  3. lololuffy says:

    boleh nih noten ya, saya catat rute nya ya om, sapa tahu bisa gowes kesini

  4. Muslimedica says:

    wah gak ngajak-ngajak ki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s