Kinahrejo, Merapi

Posted: May 25, 2011 in Kinahrejo
Tags: , , , ,

Dusun Kinahrejo, Pasca Erupsi Merapi 2010

Tanpa berniat ke lokasi tempat juru kunci merapi, Mbah Maridjan di dusun Kinahrejo akhirnya sampai juga disini. Tanggal 23 Mei 2011 seperti biasa gowes sendirian ke Pakem, setelah istirahat secukupnya ada rekan yang ngajak naik ke Kinahrejo tapi aku ndak mau karena memang tidak ada niatan kemana-mana selain ke Warung Ijo Pakem.

Setelah rekan tadi berlalu dan sebatang rokok telah kuhabiskan timbul keinginan juga kesana karena setelah erupsi aku belum pernah melihat kondisi Kinahrejo. Kalau yang dulu pernah tapi di dusun Kopeng, Desa Kepuharjo, Cangkringan yang posisinya sebelah timur Kinahrejo. Akhirnya berangkat juga sendirian naik ke Kinahrejo, jalan menuju lokasi ini agak ramai dikarenakan hari minggu banyak motor, mobil dan bis wisatawan yang menuju ke Kinahrejo.

Keadaan di sekitar Kinahrejo banyak yang sudah berubah total membuatku ‘pangling’ salah satunya gerbang Kali Kuning yang dulu rimbun, teduh dan sejuk sekarang seperti foto diatas.

Jembatan Plunyon tampak di kejauhan yang membentang diatas Kali Kuning yang sering digunakan sebagai jalan pintas menuju Kaliurang masih kokoh berdiri walaupun kondisi pepohonan sekitar dah hancur terkena wedus gembel.

Sampai dilokasi rumah almarhum juru kunci Mbah Maridjan aku benar-benar sudah tidak mengenali lagi suasana yang dahulu rimbun oleh pepohonan dan berhawa sejuk sekarang itu semua tidak kujumpai lagi. Gersang dan panas yang aku rasakan saat itu menyiratkan betapa ganasnya erupsi Merapi 2010. Foto diatas adalah bekas lokasi tempat tinggal juru kunci Merapi dilihat dari atasnya, akan tetapi kehidupan baru sepertinya akan dimulai dengan tumbuhnya pepohonan yang mulai berwarna hijau. Semoga suasana seperti dulu akan kembali lagi.

Tumbuhan mulai tampak hijau kembali mengisyaratkan perputaran roda kehidupan dimulai kembali, sayang waktu itu puncak gunung merapi bersembunyi malu dibalik kabut. Di lokasi ini aku bertemu kembali dengan  Denis Yapsir, rekan yang tadi mengajakku kesini waktu di warung ijo Pakem. Setelah ngobrol sambil istirahat di warung, kami memutuskan untuk turun kembali bersama.

Berkat kejelian dari rekan Denis Yapsir yang melihat lukisan di selembar dinding yang tersisa akibat erupsi merapi maka kami gantian bernarsis ria di dekat lukisan yang entah menafsirkan apa dari pelukisnya. Silakan pemirsa mengartikan sendiri lukisan di selembar dinding yang tersisa tersebut.

Comments
  1. pajriaprilio says:

    Sekarang gimana ya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s