Gowes ke Candi Borobudur

Posted: January 18, 2011 in Candi Borobudur
Tags: , , , , ,

Hanya Dokumen

Sebenarnya rencana gowes ke Candi Borobudur ini sudah lama namun karena satu dan dua hal (belum tiga hal) jadi tertunda. Setelah pasca erupsi merapi banyak media memberitakan dampak erupsi ini baik berupa abu vulkanik maupun lahar dingin yang melanda daerah Magelang termasuk Candi Borobudur ini. Akibat tingginya intensitas abu vulkanik ini menyebabkan candi ditutup untuk umum karena bangunannya tertutup abu sampai ketebalan beberapa centimeter. Setelah dilakukan pembersihan yang memakan waktu beberapa hari (tidak sampai 100 hari) maka obyek wisata andalan ini akhirnya dibuka kembali untuk umum. Namun pemirsaaaaa……(bahasanya Tukul) baru beberapa

hari di buka dan abu vulkanik sudah mereda merapi mengirimkan pasukannya kembali berupa lahar dingin. Pasukan lahar dingin ini menerjang daerah Salaman Muntilan dan sekitarnya sehingga sedikit banyak mengganggu akses jalan Yogyakarta – Magelang dan sebaliknya. Akses jalan menuju Candi Borobudur menjadi sedikit terganggu karena seringnya jembatan Jumoyo Salaman Muntilan yang dialiri Kali Putih diterjang lahar dingin beserta batu-batu besar diatas jembatan jalan raya tersebut. Saat menulis inipun jalan tersebut masih diberlakukan buka tutup karena terjangan lahar dingin tersebut.

Gowes kali ini masih menganut aliran lone rider (sendirian = tanpa teman) berangkat dari rumah suka Jl.Kusumanegara hari Minggu Pahing tanggal 9 Januari 2011 pukul 05.30 wib menuju Godean kebarat, perempatan ke utara lewat “buk renteng” terus kekiri ketemu Ancol lanjut Kalibawang keutara tembus selatan Candi Mendut. Istirahat cuma kalo motret doang (masih make kamera andalan N73). Suasana di jalan masih cukup sepiiii apalagi sendirian hiiii……biasanya para goweser kalo ke Borobudur secara rombongan. Sampai Candi Borobudur pukul 08.10 wib, gak tau ini masuk cepet/lambat/normal saja dan jarak juga gak ngukur yang penting sampai tujuan heee..heee…Suasana di Borobudur juga masih sepi karena masih pagi, kebetulan pas di papan Selamat Datang di Candi Borobudur ada 2 orang dari Semarang foto-foto maka kesempatan ini aku gunakan untuk minta tolong memfoto diriku yang mau “action” karena bosan juga lihat sepedaku terus yang aku foto.

Jam 09.00 aku angkat sepeda (bukan angkat kaki) melalui jalur utara yaitu jalan raya Magelang – Yogya yang memang rencananya mau mampir ke jembatan Jumoyo Salaman Muntilan yang tertutup karena diterjang banjir lahar dingin dengan batu-batu besarnya. Cukup lama aku di daerah Jumoyo ini karena pengunjungnya juga banyak bahkan lebih banyak dari pengunjung di Candi Borobudur.  Sorenya dengar berita bahwa daerah itu diterjang lagi oleh banjir lahar dingin yang paling besar sampai saat tulisan ini aku buat, jalan raya diatas jembatan tertutup lahar dingin sampai 2 meter dan jalan baru dibuka hari Rabu tanggal 12 Januari 2011. Seluruh perjalan menuju Magelang atau Yogya dialihkan lewat Kulon Progo. Cukup sekian dulu aja ceritanya dan ini sedikit foto-fotonya…..

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

Comments
  1. Danang says:

    Seru ceritanya .ada rencana mau dr balikpapan-jogja-borobudur-solo. Akhir tahun.salam kenal ya..

  2. lopez says:

    Salam kenal……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s