Leica

Posted: May 31, 2010 in Kamera
Tags: ,

Leica R8

Leica…..pikiran kita akan langsung menuju pada kata ‘ lensa ‘ atau ‘ kamera .’ Leica adalah kamera dari sebuah produsen di Jerman dengan nama yang sama, sebelumnya bernama Emst Leitz GmbH.

Kini Leica Camera AG, Lensa Geosystem AG dan Leica Microsystem AG adalah tiga perusahaan yang memproduksi kamera, peralatan geosurvey dan mikroskop. Leica Microsystem AG adalah pemilik merk Leica serta hibah lisensi untuk Leica Camera AG dan Leica Geosystems.

Sejarah panjang Leica adalah ketika dimulaiPrototipe pertama yang dibuat Oscar Bamack di Emst Leitz Optische Werke, Wetzlar, pada tahun 1913 berupa kamera film 35 mm. Leica membuat ukuran frame 24 x 36 mm, lebih lebar dari kamera bioskop saat itu 18 x 24 mm. Setelah melalui beberapa kali perbaikan kamera Leica langsung sukses ketika diperkenalkantahun 1925 Leipzig Spring Fair sebagai Leica I. Elmar lensa 50 mm, f/3.5 yang dirancang oleh Dr. Mark Berek di Leitz. Fokus rana memiliki rentang dari 1/20 sampai 1/500 detik, disamping Z untuk Zeit (waktu) posisi.

Tahun 1930 hadir Leica Schraubgewindedengan kemampuan berganti lensa sekrup diameter 39 mm sering disebut sebagai LTM. Selain lensa normal 50 mm terdapat lensa sudut lebar 35 mm dan lensa tele 135 mm. Pertengahan 1930 an lensa 90 mm, f/2.2 dirancang dan dibuat dalam jumlah kecil antara tahun 1935 dan 1949 tidak lebih dari 3000 unit serta menjadi jenis yang diburu kolektor hingga saat ini.

Tahun 1964 Leica menghasilkan kamera refleklensa tunggal, dimulai dengan Leicaflex, SL Leicaflex, SL2 Leicaflex dan seri R dari R3 ke R7, dilakukan bekerjasama dengan Minolta Corporation. Leica R8 seluruhnya dirancang dan diproduksi oleh Leica. Model terbaru adalah Leica R9 yang dapat dipasang pada Modul Digital. Leica lambat menghasilkan auto-exposure dan tidak pernah membuat model Leica R yang mendukung auto fokus. Leica AS akhirnya mengumumkan (25 Maret 2009) R series telah dihentikan produksinya dengan alasan perkembangan kamera baru telah secara signifikan mempengaruhi penjualan kamera dan lensa Leica seri R.

Pasang surut Leica telah dilalui dimana para fotografer  yang pernah melalui era keemasan Leica pastilah akan terkenang selamanya dan berusaha tetap merawat berbagai kamera Leica yang dimiliki. Pada seri terbaru Leica saat ini beredar Leica M9 yang versi 18 mega pixel Digital Full Frame (24 x 36 mm) dengan harga diatas Rp 80 juta hanya untuk body saja dan berbagai lensa dengan harga puluhan hingga ratusan juta rupiah membuat penggila kamera tercengang saat diawal mendengar harganya. Bagi mereka yang suka produk Leica sudah tentu harga berapapun akan dikejar dan bagi mereka yang berkantong pas-pasan pastilah akan mundur teratur ketika menyediakan minimal seratus lima puluh juta rupiah untuk satu kamera dengan lensa 35 mm saja.

Apa yang dikejar para pemakai Leica ini ? Prestise atau kebenaran akan kualitas belaka ? Mereka pastilah dalam dua kelompok, mampu secara finansial dan mampu secara teknis karena memakai Leica tidaklah semudah memakai kamera digital biasa karena walau harganya selangit Leica tidaklah dilengkapi  fungsi auto fokus sehingga kecepatan dan reflek saat memotret perlu diasah dua kali lipat banyaknya dari fotografer lainnya. Pertanyaannya adalah, kalau kamerabiasa sudah cukup mencukupi kebutuhan apakah kita memerlukan kamera jenis kolektor ini selain gengsi belaka ?…

Sumber : Harian KR Yogya 31 mei 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s