Digital Forensik

Posted: May 31, 2010 in Digital forensik
Tags: , , , ,

Cybercrime

Digital forensik atau lebih khususnya komputer forensik sudah akarab ditelinga kita. Terlebih dengan kejadian-kejadian yang baru lalu seperti pembobolan ATM/kartu kredit (aktivitas perbankan), perjudian, prostitusi online, pencurian hak cipta intelektual, serangan hacking terhadap situs atau sistem jaringan komputer lembaga negara/swasta atau aktifitas teroris yang kembali meningkat melalui internet dan yang terakhir ini pembobolan akun YM. Semuanya itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan di dunia maya atau Cyber Crime. Oleh karena itu dibutuhkan ahli digital forensik untuk menganalisanya.

Menjadi seorang ahli digital forensik harus mempunyai ilmu pengetahuan dan skill yang lebih dibidang IT. Namun tidak harus berlatar pendidikan formal sebab andapun bisa mengembangkan diri secara otodidak dengan bergabung melalui perhimpunan non formal/non gelar/non profit yang mewadahi kreatifitas andayang pada akhirnya memunculkan komunitas-komunitas baru. Lewat hal inilah dapat bertukar ilmu/wawasan dengan orang lain. Biasanya mereka mengadakan kurus atau semacam seminar sambil mempraktekkan keahliannya secara langsung. Walaupun demikian tentu akan lebih mudah memahaminya jika anda mempunyai latar belakang pendidikan IT formal seperti teknik informatika, teknik/ilmu komputer dlsb yang tentu telah disediakan di berbagai perguruan tinggi. Maksudnya agar anda terbiasa dengan bahasa pemrogaman yang digunakan di dunia IT dan analisa digital forensik.

Andapun perlu didukung berbagai sertifikat yang tidak sedikit, antara lain Certified Information System Security Professional (CISSP) yang diberikan lembaga yang bernama Information System Security Certification Consortium (ISC) 2, lalu CertifiedForensics Analyst (CFA), Experienced Computer Forensic Examiner (ECFE), Certified Computer Examiner (CCE), Computer Hacking Forensic Investigator (CHFI) dan Advanced Information Security (AIS). Semuanya itu diharapkan bisa memberi keahlian lebih kepada anda mengenai sistem operasi, bahasa pemrograman, tentang media penyimpanan komputer, networking, routing, protokol komunikasi dan sekuriti, kriptologi, teknik pemrograman terbalik, teknik investigasi, perangkat komputer forensik, bentuk format/file dan segala macam aplikasi software tools forensik.

Lalu apa saja yang dilakukan seorang ahli digital forensik ?

  1. Mengamankan sistem yang dimiliki si pelaku kejahatan dari kemungkinan rusak terkena efek operasi penyelidikan
  2. Membuat salinan data hard disk/perangkat komputer yang dimiliki
  3. Mengembalikan mengidentifikasi dan mempelajari file yang telah dihapus/terhapus
  4. Membongkar file-file tersembunyi, terproteksi dan temporer
  5. Mempelajari bagian-bagian khusus dari perangkat komputer
  6. Menyelidiki setingan dari aplikasi software yang terinstall
  7. Menilai pentingnya sistem komputer sebagai satu kesatuan termasuk strukturnya
  8. Mempertimbangkan faktor-faktor umum yang terkait dengan aktivitas si pemakainya
  9. Membuat laporan secara benar dan detail

Profesi sebagai ahli digital forensik terbilang masih sedikit tetapi sebenarnya banyak lapangan pekerjaan yang membutuhkan keahlian ini, contohnya di Kepolisian Militer, Badan Intelijen Negara/swasta, sebagai konsultan diperusahaan sekuriti data/jaringan baik korporat maupun independen/pribadi. Tertarik dengan profesi ini ?? Silakan mencoba…

Sumber : Harian KR Yogya 31 Mei 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s